<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>G30S PKI &#8211; Megapolitan</title>
	<atom:link href="https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/tag/g30s-pki/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com</link>
	<description>Menguak Realita dan Fakta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Oct 2017 07:56:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-jjjjjj-2-32x32.png</url>
	<title>G30S PKI &#8211; Megapolitan</title>
	<link>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ribuan Warga Nobar G30S/PKI di Lapangan Murjani Banjarbaru</title>
		<link>https://daerah.indonesiaparlemen.com/2017/10/02/ribuan-warga-nobar-g30spki-di-lapangan-murjani-banjarbaru/</link>
					<comments>https://daerah.indonesiaparlemen.com/2017/10/02/ribuan-warga-nobar-g30spki-di-lapangan-murjani-banjarbaru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Oct 2017 07:56:17 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[G30S PKI]]></category>
		<category><![CDATA[Nobar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.indonesiaparlemen.com/2017/10/02/ribuan-warga-nobar-g30spki-di-lapangan-murjani-banjarbaru/</guid>

					<description><![CDATA[​BANJARBARU, INDONESIA PARLEMEN – Sambil lesehan warga antusias nonton bareng pemutaran Film G30S/PKI yang digelar di Lapangan Murjani Banjarbaru. Layar besar terpasang persis depan bangunan Balaikota Pemko Banjarbaru, panggung kecil pun disiapkan dengan dihiasi tanaman. Acara nonton bareng yang tidak hanya sekedar nonton, tapi benar-benar disiapkan sedemikian rupa. Sebelum nonton bareng, pengunjung bahkan menyanyikan Lagu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><b>​BANJARBARU, INDONESIA PARLEMEN</b> – Sambil lesehan warga antusias nonton bareng pemutaran Film G30S/PKI yang digelar di Lapangan Murjani Banjarbaru. Layar besar terpasang persis depan bangunan Balaikota Pemko Banjarbaru, panggung kecil pun disiapkan dengan dihiasi tanaman. Acara nonton bareng yang tidak hanya sekedar nonton, tapi benar-benar disiapkan sedemikian rupa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum nonton bareng, pengunjung bahkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya bersama. Panitia Pelaksana Badrul Ain Sanusi Al Afif ketua Parlemen Jalanan mengatakan bahwa jajarannya selalu mendukung acara Nobar dan mensuport TNI, bersama dengan pemerintah kota banjarbaru. Agar masyarakat banjarbaru tahu dan mengerti serta memahami nilai sejarah perjuangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum pemutaran film, Dandim 1006 Martapura menjelaskan tentang bahaya laten komunis bagi bangsa Indonesia. Komunis tidak mengakui adanya Tuhan, Atheis. Ideologi komunis juga bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Di banyak negara, juga di Indonesia, komunis telah membantai bangsanya sendiri. Di Kamboja contohnya, komunis membantai dua juta warga saat rezim Polpot berkuasa. Kepada para generasi muda harus menahami ini, agar tidak terpengaruh ideologi yang menyesatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bahaya laten merupakan bahaya yang sewaktu-waktu dapat timbul, ada hal yang mendasar kenapa komunis dianggap bahaya laten dan dilarang di Indonesia. Komunis tidak sesuai dengan dasar negara Pancasila, terutama sila pertama,&#8221; ujar Dandim 1006/MTP Martapura, Letkol Arm Andi Murtopo, Jumat (29/09/17) malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Wakil Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan, memberikan sambutan dan membuka kegiatan. Wali Kota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani juga memberikan sambutan melalui saluran video yang disiarkan melalui layar lebar itu. Nonton bareng film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI merupakan  inovasi pada era reformasi untuk mengingatkan ke masyarakat bahwa bangsa Indonesia pernah memiliki sejarah kelam terkait penyebaran paham komunisme serta pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).</p>
<p style="text-align: justify;">Film tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi bangsa Indonesia agar tidak membiarkan paham komunisme kembali tumbuh dan berkembang. Jangan sampai kita terperosok kedalam satu lubang untuk kedua kalinya dari penghianatan terhadap bangsa. Serta terhadap ideologi Pancasila yang sudah menjadi komitmen negara dan bangsa ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dirinya memberikan dukungan agar pemutaran film G30S/PKI tersebut terus dilakukan. Sehingga, para generasi penerus bangsa yang ikut menonton pemutaran film dapat mengetahui serta memahami rantai sejarah bangsa yang berkaitan dengan paham komunisme. &#8220;Agar mereka bisa mengambil sebuah pelajaran yang sangat berharga dalam kehidupan berbangsa,” tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada acara yang dihadiri Dandim 1006 Martapura Letkol Arm Andi Murtopo itu juga dilakukan penyematan pin anti komunis oleh Dandim 1006/MTP dan Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya disaksikan oleh Wawali, Ketua DPRD Banjarbaru Iwansyah dan seluruh Forkopimda yang hadir.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara nobar diikuti ribuan masyarakat banjarbaru, Lsm, Organisasi Pemuda, Pelajar, Pramuka, Ketua DPRD Banjarbaru HR Iwansyah, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya, Kajari Banjarbaru Ferizal SH, Sekda Banjarbaru Drs Said Abdullah Msc, FKPD dan pejabat lainnya berbaur menyimak film hingga tuntas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga makan bersama, walau sederhana tapi merakyat dan humanis. Berbaur bersama tak hanya masyarakat, TNI, Polri pun hadir di lokasi nonton bareng. (Jones)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://daerah.indonesiaparlemen.com/2017/10/02/ribuan-warga-nobar-g30spki-di-lapangan-murjani-banjarbaru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Semanan Gelar Nobar Film G30S/PKI</title>
		<link>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/01/warga-semanan-gelar-nobar-film-g30spki/</link>
					<comments>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/01/warga-semanan-gelar-nobar-film-g30spki/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Oct 2017 11:30:18 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[G30S PKI]]></category>
		<category><![CDATA[Nobar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/01/warga-semanan-gelar-nobar-film-g30spki/</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, INDONESIA PARLEMEN &#8211; Warga Kelurahan Semanan Kalideres Jakarta Barat menggelar acara nonton bareng di halaman rumah Ketua Dewan Kota Jakarta Barat. H. Muhamad Masykur. Acara nobar tersebut rupanya disambut baik oleh tokoh masyarakat Semanan dengan Antusias. Acara menggelar kegiatan nonton bareng (Nobar) film G 30 S/PKI, selain di hadiri oleh warga tokoh Masyarakat, Garda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA, INDONESIA PARLEMEN</b> &#8211; Warga Kelurahan Semanan Kalideres Jakarta Barat menggelar acara nonton bareng di halaman rumah Ketua Dewan Kota Jakarta Barat. H. Muhamad Masykur.</p>
<p>Acara nobar tersebut rupanya disambut baik oleh tokoh masyarakat Semanan dengan Antusias. Acara menggelar kegiatan nonton bareng (Nobar) film G 30 S/PKI, selain di hadiri oleh warga tokoh Masyarakat, Garda Betawi dan tampak pula dihadiri sejumlah Anggota Subgar.</p>
<p>&#8220;Film yang diputar tadi malam itu tentang G 30S/PKI seru, cetus salah seorang waga, Minggu (1/10/2017).</p>
<p>Sementara itu, Ketua Dewan Kota Jakarta Barat H. Muhamad Masykur mengatakan, kegiatan pemutaran film G 30 S/PKI sebagai bentuk informasi kepada masyarakat tentang sejarah kelam bangsa Indonesia. Alasan utama yang mendorong pihaknya menggelar nobar film itu, lanjut Masykur, karena sejak tahun 1998 pasca reformasi penayangan film ini sudah tidak ada.</p>
<p>Masykur berharap, dengan menonton film itu, warga terutama generasi muda bisa mengerti tentang sejarah yang pernah terjadi di Indonesia.</p>
<p>“Saya juga berharap lewat pemutaran kembali film ini kita dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk dapat mengantisipasi dan mencegah bangkitnya Komunis Gaya Baru (KGB) dan masyarakat dapat menanamkan semangat cinta terhadap Tanah air,&#8221; ujarnya. (Leman)&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/01/warga-semanan-gelar-nobar-film-g30spki/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film G30S PKI, Mendikbud: SD dan SMP Tidak Boleh Tonton</title>
		<link>https://indonesiaparlemen.com/2017/09/28/film-g30s-pki-mendikbud-sd-dan-smp-tidak-boleh-tonton/</link>
					<comments>https://indonesiaparlemen.com/2017/09/28/film-g30s-pki-mendikbud-sd-dan-smp-tidak-boleh-tonton/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2017 07:39:15 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[G30S PKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiaparlemen.com/2017/09/28/film-g30s-pki-mendikbud-sd-dan-smp-tidak-boleh-tonton/</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, INDONESIA PARLEMEN &#8211; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menegaskan, konsumsi film G 30S/PKI hanya diperuntukkan untuk orang dewasa dan bukan untuk anak-anak. Muhajir melarang siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menonton film garapan sutradara Arifin C. Noer, Penghianatan G30S PKI. &#8220;SD tidak boleh, SMP juga enggak boleh,&#8221; kata kepada wartawan usai menghadiri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><b>JAKARTA, INDONESIA PARLEMEN</b> &#8211; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menegaskan, konsumsi film G 30S/PKI hanya diperuntukkan untuk orang dewasa dan bukan untuk anak-anak. Muhajir melarang siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menonton film garapan sutradara Arifin C. Noer, Penghianatan G30S PKI.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;SD tidak boleh, SMP juga enggak boleh,&#8221; kata kepada wartawan usai menghadiri rapat senat terbuka penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa kepada Megawati Soekarnoputri di Auditorium Universitas Negeri Padang, Rabu (27/09/17) siang.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurutnya walau bermuatan sejarah, banyak adegan dalam film tersebut yang tidak layak disaksikan anak-anak. Di antaranya adanya muatan sadis dalam beberapa adegan. Film tersebut hanya untuk orang dewasa. Misalnya, untuk siswa Sekolah Menengah Atas.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ada standarnya untuk sensor film. Itu ada keterangan bahwa film hanya bisa ditonton untuk dewasa, dulu saja di TV ditayangkan setelah jam 10 malam,&#8221; jelasnya. Dirinya telah mengingatkan Dinas Pendidikan Kota Padang yang menganjurkan siswa SD dan SMP menonton film G30S PKI. Muhajir akan memberikan sanksi kepada Kepala Dinas Pendidikan yang masih mewajibkan siswanya untuk menonton. Salah satu sanksinya berupa teguran.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Yang jelas, Film G 30S/PKI tidak disarankan untuk anak-anak,&#8221; himbaunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Padang mengeluarkan surat edaran menonton film lawas G30S PKI bagi siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Dalam surat edaran bernomor 421.1/435/DP/Dikdas.3/2017 tertanggal 22 September 2017 itu disebutkan, siswa bisa menonton film pada 30 September 2017 pukul 20.00 WIB dan diwajibkan membuat resume dengan tulisan tangan, yang kelak akan dilombakan. (Jones)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiaparlemen.com/2017/09/28/film-g30s-pki-mendikbud-sd-dan-smp-tidak-boleh-tonton/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
