<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pabrik Mercon &#8211; Megapolitan</title>
	<atom:link href="https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/tag/pabrik-mercon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com</link>
	<description>Menguak Realita dan Fakta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Feb 2018 10:55:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-jjjjjj-2-32x32.png</url>
	<title>pabrik Mercon &#8211; Megapolitan</title>
	<link>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BPJS Ketenagakerjaan KCP Cengkareng Berikan Bantuan Modal Usaha Kepada Korban Pabrik Mercon Kosambi</title>
		<link>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2018/02/12/bpjs-ketenagakerjaan-kcp-cengkareng-berikan-bantuan-modal-usaha-kepada-korban-pabrik-mercon-kosambi/</link>
					<comments>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2018/02/12/bpjs-ketenagakerjaan-kcp-cengkareng-berikan-bantuan-modal-usaha-kepada-korban-pabrik-mercon-kosambi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2018 10:55:44 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[bpjstk KCP cengkareng]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik Mercon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2018/02/12/bpjs-ketenagakerjaan-kcp-cengkareng-berikan-bantuan-modal-usaha-kepada-korban-pabrik-mercon-kosambi/</guid>

					<description><![CDATA[KABUPATEN TANGERANG &#8211; Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenaga Kerjaan, Kantor Cabang Pusat (KCP) Cengkareng, Jakarta Barat, memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 5 juta perkorban, dan diberikan secara simbolis kepada ahli waris tenaga kerja Pt. Panca Buana Cahaya Sukses, di aula Kantor Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Senin 12 Februari 2018 siang. Insiden meledaknya pembuatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABUPATEN TANGERANG &#8211; Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenaga Kerjaan, Kantor Cabang Pusat (KCP) Cengkareng, Jakarta Barat, memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 5 juta perkorban, dan diberikan secara simbolis kepada ahli waris tenaga kerja Pt. Panca Buana Cahaya Sukses, di aula Kantor Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Senin 12 Februari 2018 siang.</p>
<p>Insiden meledaknya pembuatan kembang api pada 26 Oktober 2017 yang lalu masih menyisakan duka yang mendalam, sedikitnya sekitar hampir 50 korban meninggal dunia terbakar didalamnya,</p>
<p>Menurut Kepala BPJS Ketenaga Kerjaan KCP Cengkareng, Nidya Roesdal, bantuan modal yang diberikan untuk ahli waris korban semata-mata kepedulian pihak BPJS Ketenaga Kerjaan.</p>
<p>&#8220;Hari ini kami menyerahkan bantuan kepada ahli waris dari para pekerja yang menjadi korban ledakan Pt. Panca Buana Cahaya Sukses, hal ini sebagai bentuk kepedulian yang diberikan oleh BPJS Ketenaga Kerjaan,&#8221;katanya.</p>
<p>Lanjut Nidya menjelaskan, modal yang ada agar dipergunakan sebaik-baiknya , semua korban meninggal Pt. Panca Buana Cahaya Sukses sudah diberikan bantuan modal dari BPJS Ketenaga Kerjaan termasuk yang diluar daerah Tangerang.</p>
<p>Camat Kosambi, Drs Toni Rustoni sangat mengapresiasi serta berterima kasih kepada pihak BPJS Ketenaga Kerjaan yang telah membantu korban meledaknya pabrik kembang api.</p>
<p>&#8220;Saya sangat bersyukur sekali atas partisipasi serta bantuannya dari pihak BPJS Ketenaga Kerjaan, bagi perusahaan yang berada diwilayah Kosambi harus bisa mentaati undang-undang ketenaga kerjaan,&#8221;ucapnya.</p>
<p>Sementara itu perwakilan Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Hudni menghimbau kepada pihak perusahaan untuk mendaftarkan seluruh karyawannya menjadi peserta BPJS Kesehatan dan Ketenaga Kerjaan.</p>
<p>&#8220;Ini adalah sebuah bentuk pembelajaran bagi kita semua, apa yang telah terjadi jangan sampai terulang lagi, karyawan yang bekerja disebuah perusahaan diharuskan memiliki jaminan kesehatan atau pun ketenaga kerjaan,&#8221;pintanya. (Igor)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2018/02/12/bpjs-ketenagakerjaan-kcp-cengkareng-berikan-bantuan-modal-usaha-kepada-korban-pabrik-mercon-kosambi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pabrik Petasan Digerebek Polisi</title>
		<link>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/11/02/pabrik-petasan-digerebek-polisi/</link>
					<comments>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/11/02/pabrik-petasan-digerebek-polisi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2017 08:36:15 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[pabrik Mercon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/11/02/pabrik-petasan-digerebek-polisi/</guid>

					<description><![CDATA[TANGERANG SELATAN &#8211; Pabrik pembuat petasan digerebek jajaran Kepolisian Tangerang Selatan. Pabrik yang berada di areal persawahan ternyata milik seorang Ketua RW 06, Kelurahan Kampung Undrus, Desa Cijantra, Kecamatan Pagedangan. Pemilik pabrik petasan berbagai ukuran dan jenis tidak dapat berbuat banyak,ketika tim vipers Polres Tangerang Selatan (Tangsel) mengerebek lokasi itu.Pemilik hanya bisa pasrah saat barang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TANGERANG SELATAN &#8211; Pabrik pembuat petasan digerebek jajaran Kepolisian Tangerang Selatan. Pabrik yang berada di areal persawahan ternyata milik seorang Ketua RW 06, Kelurahan Kampung Undrus, Desa Cijantra, Kecamatan Pagedangan.</p>
<p>Pemilik pabrik petasan berbagai ukuran dan jenis tidak dapat berbuat banyak,ketika tim vipers Polres Tangerang Selatan (Tangsel) mengerebek lokasi itu.Pemilik hanya bisa pasrah saat barang bukti petasan siap edar berbagai ukuran yang disimpan di 25 karung plastik dan lainnya di angkut petugas.</p>
<p>Kegiatan pengerebekan dan razia petasan tersebut berkat informasi warga Desa Cijatra yang mengatakan ada salah satu rumah di tengah persawahan yang selama ini dijadikan pabrik pembuatan petasan di lingkungan RW 06, Kampung Undrus,” kata Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Tangsel Ajun Komisaris Polisi (AKP) Alexander Yurikho, Kamis (2/11/2017).</p>
<p>Mendapatkan informasi tersebut jajaran tim vipers dan Reskrim Polres Tangsel malakukan penyidikan dan survai ke lokasi tersebut. Keberadaan pabrik petasan sangat tersembunyi dan memang berada di tengah perkebunan areal persawahan jauh dari pemukiman masyarakat sekitar.</p>
<p>Menurut dia, setelah dilakukan penyidikan dan penyisiran oleh tim vipers maupun buru sergap Polres Tangsel ternyata lokasi pabrik sangat tersembunyi dan jauh dari pemukiman warga. Saat melakukan pengerebekan ternyata pemilik pabrik yaitu Ade Muhtar, 45, warga RW 06, Kampung Undrus, Desa Cijantra berada di lokasi pabrik sedang mengumpulkan petasan siap edar di dalam pabrik.</p>
<p>AM yang juga Ketua RW 06 tidak dapat berbuat banyak dan hanya pasrah saat tim vipers menyiduk dan menangkapnya berserta barang bukti petasan siap edar yang ada di dalam pabrik tersebut. Barang bukti petasan yang berhasil disita antara lain petasan diameter 5 cm sebanyak 25 karung plastik, petasan siap edar diameter 2 cm sebanyak 24 cetakan, potasium sebanyak 2 kg, belerang sebanyak 10 kg, bron percikan warna abu-abu sebanyak 2 kg.</p>
<p>Tidak hanya itu petasan siap edar saja, tambah AKP Alexander Yurikho, pihaknya juga berhasil menyita sumbu siap pakai sebanyak 6 renteng, satu rentengnya sepanjang 30 cm, dan cangkang petasan kosong sebanyak 9 karung, Dan tiga tersangka lain yang sebagai pembuat petasan masih terus dikejar petugas yaitu M, MS dan A.</p>
<p>Dari keterangan AM cara membuat petasan sangat sederhana dan peralatan yang diperoleh banyak dijumpai di lingkungan sekitar kita seperti seperti palu kayu dan cangkang ukuran besar dan kecil. Ketiga pekerja yang buron kini masih dikejar dan AM sendiri telah ditahan di Polres Tangsel. (Jeje)&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/11/02/pabrik-petasan-digerebek-polisi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Lima Korban Yang Teridentifikasi</title>
		<link>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/30/ini-lima-korban-yang-teridentifikasi/</link>
					<comments>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/30/ini-lima-korban-yang-teridentifikasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2017 00:09:03 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[pabrik Mercon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/30/ini-lima-korban-yang-teridentifikasi/</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Korban tewas kebakaran pabrik kembang api yang terjadi di sebuah pabrik di Kawasan Kosambi Kabupaten Tangerang, bertambah lima orang lagi. Lima korban tewas dalam kebakaran di pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, tampak mulai teridentifikasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (29/10/2017). Pihak kepolisian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">JAKARTA &#8211; Korban tewas kebakaran pabrik kembang api yang terjadi di sebuah pabrik di Kawasan Kosambi Kabupaten Tangerang, bertambah lima orang lagi. Lima korban tewas dalam kebakaran di pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, tampak mulai teridentifikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (29/10/2017). Pihak kepolisian mulai mengidentifikasi lima jenazah korban kebakaran. “Tim DVI telah mengidentifikasi lima jenazah lagi,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelimanya adalah:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Asep Angga Gunawan, alamat Sunang, Jawa Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Aminah binti Ambeng, alamat Tangerang, Banten.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Maryati binti Da’i, alamat Tangerang, Banten.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Nilawati, alamat Tangerang, Banten.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Unia, alamat Tangerang, Banten.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya, sudah terdidentifikasi empat korban, yakni Surnah 9warga Tangerang), Slamet Rahmat (warga Garut), Marwafi binti Atip (warga Tengerang), dan Sutrisna bin Alim (warga Tangerang).</p>
<p style="text-align: justify;">“Sudah ada dua keluarga yang hari ini mengambil jenazah,” ujar Argo.</p>
<p style="text-align: justify;">RS Polri mengidentifikasi dari 47 jenazah korban kebakaran. Sembilan di antaranya telah teridentifikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara pihak keluarga juga masih terus berdatangan ke RS Kramat Jati untuk mengetahui keberadaan keluarganya yang tewas terbakar.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari 38 korban yang tewas belum bisa teridentifikasi lantaran kondisi korban yang terlihat gosong di sekujur tubuhnya. (Leman)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/30/ini-lima-korban-yang-teridentifikasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polisi Masih Selidiki Kasus Kebakaran Pabrik Kembang Api Di Kosambi</title>
		<link>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/27/polisi-masih-selidiki-kasus-kebakaran-pabrik-kembang-api-di-kosambi/</link>
					<comments>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/27/polisi-masih-selidiki-kasus-kebakaran-pabrik-kembang-api-di-kosambi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Oct 2017 02:27:41 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik Mercon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/27/polisi-masih-selidiki-kasus-kebakaran-pabrik-kembang-api-di-kosambi/</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Hingga saat ini Polisi masih menyelidiki kasus kebakaran yang terjadi di sebuah pabrik kembang api milik PT Panca Buana Cahaya sukses no 77, Kosambi Kabupaten Tangerang pada Kamis (26/10)&#160; kemarin, yang mengakibatkan 47 orang meninggal dunia dan puluhan orang luka bakar. Aparat Kepolisian terus melakukan penyelidikan dan memintai keterangan dari beberapa saksi. Pihak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Hingga saat ini Polisi masih menyelidiki kasus kebakaran yang terjadi di sebuah pabrik kembang api milik PT Panca Buana Cahaya sukses no 77, Kosambi Kabupaten Tangerang pada Kamis (26/10)&nbsp; kemarin, yang mengakibatkan 47 orang meninggal dunia dan puluhan orang luka bakar.<br />
Aparat Kepolisian terus melakukan penyelidikan dan memintai keterangan dari beberapa saksi. Pihak Kepolisian mendata ada sekitar 103 orang pekerja di pabrik kembang api yang tak jauh dari Sekolah.Sementara beberapa korban yang tewas di ketahui mencapai 47 orang dan yang mengalami luka bakar puluhan orang.&#8221;Sementara yang tewas di temukan sebanyak 47 orang,&#8221;kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis kepada wartawan.</p>
<p>Pihak Kepolisian meminta kepada warga yang merasa keluarganya bekerja di Pabrik Petasan itu mendatangi RS Polri Kramat Jati dan membawa data datanya.&nbsp;</p>
<p>Sebelumnya pada pukul 09.30 warga di kejutkan dengan suara ledakan yang berasal dari sebuah gudang petasan di kawasan Kosambi Kabupaten Tangerang. Warga dan sejumlah anak anak sekolah yang lokasinya tak jauh dari Pabrik itu berhamburan menyelamatkan diri. Sementara sejumlah 11 unit kendaraan penjinak api dari DPK Kabupaten Tangerang di terjunkan untuk proses pemadaman. Meskipun tampak terlihat sulit, namun api dapat di padamkan pada pukul 12.20 Wib. Salah seorang warga mengatakan,warga berhamburan karena terkejut dengan suara ledakan hebat dari pabrik itu. &#8220;kita kaget,tiba tiba ada suara ledakan dari pabrik itu,&#8221;kata Japar warga.</p>
<p>Dari beberapa keterangan, pabrik petasan Milik PT Panca Buana Sukses itu memiliki pekerja sebanyak 103 orang, laki laki,wanita dan anak dibawah umur. Hingga saat ini, kasusnya masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Jumat (27/10/2017).&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/27/polisi-masih-selidiki-kasus-kebakaran-pabrik-kembang-api-di-kosambi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebakaran Maut Telan 47 Orang</title>
		<link>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/26/kebakaran-maut-telan-47-orang/</link>
					<comments>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/26/kebakaran-maut-telan-47-orang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Oct 2017 11:52:32 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik Mercon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/26/kebakaran-maut-telan-47-orang/</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Korban meninggal akibat ledakan pabrik petasan yang terbakar di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Bertambah menjadi 47 Orang. Rencananya jenazah akan diidentifikasi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Proses identifikasi itu akan dilakukan melalui beberapa tahap. Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri, Kombes Edy Purnomo menjelaskan tahap-tahap dilakukan selama proses identifikasi. Mulai dari proses [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Korban meninggal akibat ledakan pabrik petasan yang terbakar di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Bertambah menjadi 47 Orang. Rencananya jenazah akan diidentifikasi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Proses identifikasi itu akan dilakukan melalui beberapa tahap.</p>
<p>Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri, Kombes Edy Purnomo menjelaskan tahap-tahap dilakukan selama proses identifikasi. Mulai dari proses jenazah datang hingga jenazah teridentifikasi sampai akhirnya diambil keluarga.</p>
<p>&#8220;Yang pertama dilakukan penimbangan berat jenazah dengan timbangan digital,&#8221; Kata Edy di Ruang Forensik Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (26/10/2017).</p>
<p>Setelah ditimbang, Kata Edy, jenazah dibawa ke ruang forensik yang berstandar internasional. Ada sebanyak 18 tempat periksa untuk melakukan idenfikasi.</p>
<p>&#8220;Di sini (Ruang Forensik) proses identifikasi semua di sini mulai dari gigi, jari, semua dilakukan di sini. Pemeriksaan sidik jari, gigi sampel DNA semua dilakukan di ruangan ini,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Edy mengatakan lama atau tidaknya proses identifikasi postmortem tersebut tergantung kondisi jenazah. Menurutnya kalau jenazah masih dalam keadaan bagus ada sidik jarinya itu lebih cepat.</p>
<p>&#8220;Tergantung keadaan jenazah. Jika mudah dikenali dan sidik jari ada, muka masih jelas itu lebih cepat, tapi tergantung juga kalau jenazahnya bagus tapi data antemortem nggak ada ya bisa lama,&#8221; kata dia.</p>
<p>Setelah proses identifikasi selesai, jenazah pun dipindahkan ke ruang pendingin atau kamar jenazah. &#8220;kalau sudah terindentifikasi kita lakukan pencocokan data postmortem dan antemortem. Selanjutnya setelah terindentifikasi diserahkan ke keluarganya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Data korban tewas ledakan pabrik petasan di wilayah Penggudangan 99, Kosambi, Kabupaten Tangerang, terus bertambah. Informasi resmi terbaru, korban tewas jadi 47 orang.</p>
<p>&#8220;Sementara sudah 47 orang jenazah yang sudah ditemukan ya,&#8221; kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis, Kamis (26/10/2017).</p>
<p>Pabrik petasan itu memang memiliki 103 pekerja. Sejauh ini, data korban yaitu 47 orang tewas dan 46 lainnya luka-luka.</p>
<p>Polisi meminta warga yang merasa keluarganya bekerja di pabrik petasan itu mendatangi RS Polri dengan membawa data-data. Jenazah korban tewas dalam kondisi mengenaskan hingga susah dikenali. Polisi setidaknya butuh data gigi korban.</p>
<p>&#8220;Kemudian kalau pernah dirawat gigi, bisa dibawa data giginya, dan ketiga dengan pengecekan dan identifikasi korban,&#8221; ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta. (Amor)&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/10/26/kebakaran-maut-telan-47-orang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
