<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tramadol &#8211; Megapolitan</title>
	<atom:link href="https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/tag/tramadol/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com</link>
	<description>Menguak Realita dan Fakta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Jun 2021 00:02:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/wp-content/uploads/2021/04/cropped-jjjjjj-2-32x32.png</url>
	<title>Tramadol &#8211; Megapolitan</title>
	<link>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengamat: Tramadol Jadi Pengganti Narkotika Karena Lebih Murah</title>
		<link>https://indonesiaparlemen.com/2021/06/14/pengamat-tramadol-jadi-pengganti-narkotika-karena-lebih-murah/</link>
					<comments>https://indonesiaparlemen.com/2021/06/14/pengamat-tramadol-jadi-pengganti-narkotika-karena-lebih-murah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2021 00:02:46 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[obattipeG]]></category>
		<category><![CDATA[Tramadol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiaparlemen.com/2021/06/14/pengamat-tramadol-jadi-pengganti-narkotika-karena-lebih-murah/</guid>

					<description><![CDATA[BEKASI, INDONESIA PARLEMEN &#8211; Pakar hukum pidana Slamet Pribadi menanggapi maraknya perdagangan ilegal obat golongan G. Dia menjelaskan, bahwa penjualan obat tramadol atau jenis obat katagori golongan G wajib melalui resep dokter. &#8220;Pada prinsipnya tramadol ini merupakan obat pereda nyeri, dan tramadol ini katagori golongan narkotik karena mengandung opioid,&#8221; jelas Slamet Pribadi kepada media Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_40900" aria-describedby="caption-attachment-40900" style="width: 643px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-40900" src="https://indonesiaparlemen.com/wp-content/uploads/2021/03/images-2021-03-24T100042.602.jpeg" alt="" width="643" height="355" srcset="https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/wp-content/uploads/2021/03/images-2021-03-24T100042.602.jpeg 643w, https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/wp-content/uploads/2021/03/images-2021-03-24T100042.602-300x166.jpeg 300w" sizes="(max-width: 643px) 100vw, 643px" /><figcaption id="caption-attachment-40900" class="wp-caption-text">Foto: ilustrasi</figcaption></figure>
<p dir="ltr"><b>BEKASI, INDONESIA PARLEMEN</b> &#8211; Pakar hukum pidana Slamet Pribadi menanggapi maraknya perdagangan ilegal obat golongan G.</p>
<p dir="ltr">Dia menjelaskan, bahwa penjualan obat tramadol atau jenis obat katagori golongan G wajib melalui resep dokter.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Pada prinsipnya tramadol ini merupakan obat pereda nyeri, dan tramadol ini katagori golongan narkotik karena mengandung opioid,&#8221; jelas Slamet Pribadi kepada media Indonesia Parlemen, Minggu (13/06/2021).</p>
<p dir="ltr">Mantan Juru Bicara BNN itu menekankan agar penggunaan obat jenis golangan G tersebut tidak boleh disalahgunakan dan jangan berlebihan. Karena akan menimbulkan efek samping yang luar biasa.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Dan itu akan menimbulkan rasa ketergantungan bila digunakan secara terus menerus,&#8221; papar dia.</p>
<p dir="ltr">Slamet Pribadi menegaskan, setiap penjualan obat -obatan seperti jenis itu wajib memiliki izin khusus.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jadi tidak sembarangan, wajib izin penjualan ada, izin penggunaan ada,&#8221; katanya.</p>
<figure id="attachment_42984" aria-describedby="caption-attachment-42984" style="width: 706px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-42984" src="https://indonesiaparlemen.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210422-WA0047.jpg" alt="" width="706" height="692" srcset="https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210422-WA0047.jpg 706w, https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210422-WA0047-300x294.jpg 300w" sizes="(max-width: 706px) 100vw, 706px" /><figcaption id="caption-attachment-42984" class="wp-caption-text">Slamet Pribadi, Pakar Hukum Universitas Borobudur</figcaption></figure>
<p dir="ltr">Slamet Pribadi menyatakan selaku pemerhati hukum narkotika dan masalah-masalah sosial soal kecanduan narkotika bahwa permasalahan penjualan obat golongan G yang di duga di perjual belikan secara ilegal itu adalah pidana.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Penjualan tanpa izin dapat di pidana karena golongan narkotik,&#8221; Kata Slamet Pribadi.</p>
<p dir="ltr">Ia menduga pengguna obat jenis golongan G dikarenakan tidak dapat membeli narkotika, kerana mengetahui efek yang dihasilkan dari obat itu sama dengan narkotika, lalu dibeli dan gunakan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Bisa jadi sebagai pengganti narkotika, karena tramadol lebih murah,&#8221; Jelasnya.</p>
<p dir="ltr">Ia mengatakan masyarakat harus memahami tentang obat jenis tramadol merupakan termasuk golongan narkotika karena mengandung opioid.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, agar membuat efek jera para penjual obat-obatan golongan G secara ilegal harus dipidanakan.</p>
<p dir="ltr">Selanjutnya, Slamet Pribadi menyinggung peran dan tindakan dari kementrian perdagangan dan kementrian kesehatan melakukan supervisi kontrol tetap kepada toko-toko obat yang berizin atau tidak.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Bila ditemukan penjual yang tidak ada izin harus segera di segel, polisi sebagai penegak hukum bersama PPNS kementrian harus segera bergerak untuk memproses secara hukum,&#8221; tutupnya.</p>
<p dir="ltr">Reporter: Dirham</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiaparlemen.com/2021/06/14/pengamat-tramadol-jadi-pengganti-narkotika-karena-lebih-murah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jual Tramadol dan Eximer, Warga Geruduk Toko Obat di Bekasi</title>
		<link>https://indonesiaparlemen.com/2021/06/12/jual-tramadol-dan-eximer-warga-geruduk-toko-obat-di-bekasi/</link>
					<comments>https://indonesiaparlemen.com/2021/06/12/jual-tramadol-dan-eximer-warga-geruduk-toko-obat-di-bekasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2021 04:32:10 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[eximer]]></category>
		<category><![CDATA[tokoobat]]></category>
		<category><![CDATA[Tramadol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiaparlemen.com/2021/06/12/jual-tramadol-dan-eximer-warga-geruduk-toko-obat-di-bekasi/</guid>

					<description><![CDATA[BEKASI, INDONESIA PARLEMEN &#8211; Warga melakukan penggeledahan sebuah toko obat di  Jalan Wr Supratman RT 003 Rw 007, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dari hasil penggerebekan, ditemukan barang bukti obat Tramadol HCI 700 butir, Eximer/Pil Kuning 490 butir, Trihexypjenidyl 97 butir. Penjual toko obat, Iwan, menjelaskan bahwa dirinya bekerja di toko [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_46341" aria-describedby="caption-attachment-46341" style="width: 720px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-46341" src="https://indonesiaparlemen.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210612-WA0012.jpg" alt="" width="720" height="357" srcset="https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210612-WA0012.jpg 720w, https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG-20210612-WA0012-300x149.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-46341" class="wp-caption-text">Obat-obatan tipe G ditemukan saat penggeledahan</figcaption></figure>
<p dir="ltr"><b>BEKASI, INDONESIA PARLEMEN</b> &#8211; Warga melakukan penggeledahan sebuah toko obat di  Jalan Wr Supratman RT 003 Rw 007, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.</p>
<p dir="ltr">Dari hasil penggerebekan, ditemukan barang bukti obat Tramadol HCI 700 butir, Eximer/Pil Kuning 490 butir, Trihexypjenidyl 97 butir.</p>
<p dir="ltr">Penjual toko obat, Iwan, menjelaskan bahwa dirinya bekerja di toko itu baru sekitar sepuluh bulan.</p>
<p dir="ltr">Ia mengakui obat golongan G tersebut memang di jual ditokonya itu.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Pembelinya ya orang remaja, pendapatan paling sehari 500 ribu. Kalau sebulan paling 5 atau 6 juta gitu,&#8221; papar, Iwan.</p>
<p dir="ltr">Iwan mengaku kalau toko obat tempatnya bekerja mendapat pengamanan dari Oknun Aparat Keamanan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Dia paling sebulan sekali mampir ngopi disini, dia pakai baju bebas berperawakan gemuk pakai topi,&#8221; jelas Iwan saat diwawancarai di lokasi kejadian, Jumat (11 /06/2021).</p>
<p dir="ltr">Iwan juga berujar, bahwa oknum aparat itu berpesan ke pada dirinya kalau ada persoalan di toko dirinya akan membantu.</p>
<p dir="ltr">Ketua RW 07, Kelurahan Cimuning, Edi, menceritakan awal informasi dugaan penjualan obat golongan G jenis.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Awalnya ada laporan warga, akhirnya benar ada terus saya tegur agar ditutup,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Dia menyayangkan jika toko obat tersebut dibiarkan akan merusak anak muda.</p>
<p dir="ltr">Panit narkoba Polsek Bantar Gebang, Limbong, mengatakan untuk sementara hal itu akan di bawa ke kantor Polsek Bantar Gebang.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Nanti kita liat bang dikantor bang, nanti yang jelaskan biar pimpinan pak kapolsek,&#8221; kata dia.</p>
<p dir="ltr">Editor: Redaksi</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiaparlemen.com/2021/06/12/jual-tramadol-dan-eximer-warga-geruduk-toko-obat-di-bekasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>1045 Butir Tramadol Siap Edar Disita Polisi</title>
		<link>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/11/06/1045-butir-tramadol-siap-edar-disita-polisi/</link>
					<comments>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/11/06/1045-butir-tramadol-siap-edar-disita-polisi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2017 05:57:08 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[obat keras]]></category>
		<category><![CDATA[Tramadol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/11/06/1045-butir-tramadol-siap-edar-disita-polisi/</guid>

					<description><![CDATA[TANGERANG &#8211; Dua pemuda asal Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang yang berencana menjual pil Tramadol dan Exymer ke Kepulauan Seribu berhasil di tangkap. Kapolsek Kronjo Kabupaten Tangerang, AKP Uka Subahkti menjelaskan, kedua pelaku yang diamankan adalah Kurnaen (16),dan Nopan Heru Herwanto (30). Mereka dibekuk di dua lokasi berbeda yakni di Pelabuhan Kronjo serta Desa pasilan, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">TANGERANG &#8211; Dua pemuda asal Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang yang berencana menjual pil Tramadol dan Exymer ke Kepulauan Seribu berhasil di tangkap.</p>
<p style="text-align: justify;">Kapolsek Kronjo Kabupaten Tangerang, AKP Uka Subahkti menjelaskan, kedua pelaku yang diamankan adalah Kurnaen (16),dan Nopan Heru Herwanto (30). Mereka dibekuk di dua lokasi berbeda yakni di Pelabuhan Kronjo serta Desa pasilan, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.<br />
Dari tangan pelaku, polisi menyita sebanyak 1.045 butir Tramadol dan 584 butir Obat keras itu dikemas dalam puluhan plastik bening siap edar.<br />
“Hasil keterangan, obat berbahaya itu akan dipasarkan salah satu pelaku (Kurnaen-red) di Pulau Pramuka dan Pulau Kelapa,” kata Uka saat dikonfirmasi, Minggu (5/11/2017) malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Uka menjelaskan, para pelaku diamankan oleh anggotanya pada Jumat 3 November 2017. Bermula ketika tim buser mendapat informasi dari masyarakat yang curiga dengan gerak-gerik kedua pemuda tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Awalnya kami menangkap K di pelabuhan, Kemudian meringkus NHH. Pil berbahaya itu diedarkan pelaku di Pulau Pramuka dan Pulau Kelapa,” imbuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kapolsek menambahkan, pihaknya tengah memburu pemasok obat-obatan yang telah ditarik ijin peredarannya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pengakuannya sudah dua bulan menjual obat itu. Satu plastik siap edar berisi 4 butir dan dijual seharga 10 ribu rupiah,” ujar Uka.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibat perbuatannya itu, Kurnaen dan Nopan kini mendekam di jeruji benci Polsek Kronjo. Kedua pemuda itu dijerat dengan Pasal 196 jo 197 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara, ” tandas Uka. (Jeje)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://megapolitan.indonesiaparlemen.com/2017/11/06/1045-butir-tramadol-siap-edar-disita-polisi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
